Pembunuh di Balik Kabut – Review Novel Misteri Agatha Christie Why Didn't They Ask Evans?
Halo!
Nama Agatha Christie sering sekali berseliweran setiap aku pergi ke Gramedia. Penulis misteri yang sudah terkenal di seantero dunia ini rasanya wajib banget aku coba baca minimal satu bukunya. Jadi, untuk menghemat budget, aku pilih buku ini secara random dari aplikasi iPusnas ;)
Mari kita bahas buku pertama dari Agatha Christie yang aku baca ini!
Bibliografi Buku
Penulis:Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 328 hlm
Sinopsis
Angin bertiup dari laut. Perlahan-lahan kabut mulai menipis. Di bawah sana terlihat sesosok tubuh terkapar tak berdaya. Laki-laki itu berusia empat puluhan, masih bernapas, meskipun pingsan. Bobby memandangnya. Rambut coklat yang ikal, hidung yang besar, dagu yang kukuh, sederet gigi yang putih bersih terlihat dari celah bibirny yang sedikit terbuka, dan... sepasang kaki yang bertekuk aneh.
Tiba-tiba orang itu membuka mata, dan mengatakan. "Mengapa mereka tidak memanggil Evans?" Tubuhnya bergetar, kelopak matanya menutup, dan dagunya turun... laki-laki itu pun tewas.
Agatha Christie adalah seorang penulis fiksi kriminal asal Inggris. Ia telah melahirkan enam puluh enam novel dan empat belas kumpulan cerita pendek di mana semuanya terkenal dan mendunia.
Novel Why Didn't They Ask Evans? (Pembunuh di Balik Kabut), Kamu akan bertemu dengan Bobby, seorang anak pendeta yang mengalami kejadian aneh setelah menemukan seseorang tergeletak tak berdaya ketika dirinya sedang mencari bola golf yang terhempas jauh dari lapangan.
Kejadian demi kejadian aneh yang ia alami membuatnya semakin penasaran. Bobby mengajak teman kecilnya, Frankie, untuk menguak misteri dibalik kejadian-kejaidan tersebut. Apa sebenarnya penyebab kematian orang misterius itu? Rahasia besar apa yang ada dibalik kejadian itu?
Cerita Dimulai
Aku tahu bahwa novel misteri tulisan Agatha Christie selalu dipuji, tapi aku tidak tahu seperti apa gaya penulisannya. Aku sengaja tidak membaca sinopsis atau mencari tahu apa pun tentang buku ini, supaya bisa hanyut sepenuhnya dalam ceritanya.
Buku ini menghadirkan dua tokoh utama yang awam dan tidak punya background apapun dalam dunia detektif: Bobby Jones, seorang putra pendeta yang ceroboh tapi berhati baik, dan Lady Frances Derwent atau yang akan kita panggil dengan nama Frankie, sahabat masa kecil Bobby yang cerdas, nekat dan penuh rasa ingin tahu.
Cerita dimulai ketika Bobby menemukan seorang pria sekarat di tebing pantai. Sebelum meninggal, pria itu mengucapkan kalimat misterius: "Why didn't they ask Evans?"
Kalimat itulah yang kemudian menjadi kunci misteri besar di balik kematian itu dan menjadi awal ketertarikan Bobby dan Frankie untuk menguak jawabannya. Membawa mereka ke dalam intrik keluarga kaya, warisan dan tentu saja—sebuah pembunuhan yang dibungkus rapat dengan tipuan.
Alur Sat-set dan Duo Amatir yang Menggemaskan
Bobby dan Frankie bukanlah detektif profesional atau seorang yang sangat jenius untuk mengungkap kebenaran dari sebuah pembunuhan, tapi itulah yang membuat petualangan ini terasa segar. Deduksi mereka sederhana, sering salah langkah, bahkan berbahaya, tapi selalu menemukan hal baru yang membawa mereka lebih dekat dengan jawaban dari kasus tersebut.
Karena mereka sahabat masa kecil, interaksi keduanya terasa hangat, ditambah sedikit bumbu romansa yang manis.
Ada banyak sekali benang merah dan petunjuk palsu (red herrings) yang mengecoh dan membuat tebakanku meleset. Kalimat "Why Didn't they ask Evans?" akan terkuak di akhir buku, sampai ada waktu aku melupakan kalimat penting ini karena begitu panjangnya petualangan Bobby dan Frankie dalam meniti setiap benang dan hubungan antara semuanya.
Alurnya cepat dan dinamis. Salah satunya mungkin karena kedua tokoh kita ini banyak bergerak—menyamar, menguntit, bahkan hampir celaka. Aku sarankan membaca buku ini dalam waktu yang berdekatan supaya tidak lupa dengan petunjuk atau banyaknya nama tokoh yang muncul.
💡Kesan Membaca
Buku ini cocok kalau kalian mencari bacaan yang seru tapi sekaligus ringan, karena buku ini sama sekali tidak membuat kalian harus berpikir keras karena kalian cukup mengikuti petualangan Bobby dan Frankie. Tidak rumit dan mudah dimengerti tapi membuat ketagihan untuk terus membuka halaman berikutnya.
Endingnya juga memuaskan, karena semua petunjuk yang tercecer di awal akhirnya terikat rapi pada kalimat misterius yang diucapkan si korban di awal.
.
.
💬Yuk saling terkoneksi!
Tinggalkan jejak berupa komentar di bawah, ya! Aku sangat ingin menambah teman blogger supaya lebih semangat nulis~💕
Terima kasih sudah membaca, sampai bertemu di tulisanku selanjutnya /ᐠ. .ᐟ\ฅ

Komentar
Posting Komentar