Review Buku: The Door to Door Bookstore – Carsten Henn
Halo!
Pernah nggak sih, kamu merasa hidup berjalan datar, seperti berjalan di jalur yang sama setiap hari? Lalu, tiba-tiba datang seseorang—atau sebuah peristiwa kecil—yang mengubah cara pandangmu tentang dunia?
Itulah yang aku rasakan saat membaca The Door to Door Bookstore karya Carsten Henn.
Bibliografi Buku
Judul Buku: The Door To Door Bookstore
Penulis: Carsten Henn
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penerbit: Baca
Jumlah Halaman: 301
Sinopsis
Di usia senja, Carl Kollhoff adalah seorang penjual buku luar biasa. Saat matahari terbenam, setelah toko tutup, ia membungkus buku-buku yang telah dipilihnya dengan cermat, seolah-olah akan memberikannya sebagai kado. Ia kemudian berjalan kaki melintasi lorong-lorong indah kota untuk mengantarkan kepada para pelangan istimewa yang diam-diam ia namai sesuai tokoh dalam buku.
Hampir seperti persahabatan, ia terhubung dengan orang-orang ini, mereka yang memilih menyendiri di kediaman masing-masing dan menjadikan Carl sebagai tautan terpenting dengan dunia luar.
Hingga suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis sembilan tahun, bernama Schascha. Lantang dan bersikap sok dewasa, ia bersikeras menemani Carl—bahkan berusaha mengajari lelaki tua itu soal buku.
Ketika pekerjaan Carl di toko buku terancam, Schascha menghilang. Dengan penuh ketakutan, ia mencari-cari Schascha. Namun, di semua sekolah yang ia telusuri, tidak ada anak bernama Schascha. Siapakah Schascha sebenarnya? Mampukan Carl yang lugu dan lembut hati mengatasi permasalahan yang bertubi-tubi?
Buku ini untuk dipeluk, sebuah buu yang menghangatkan dan memberikan kepercayaan diri. Cocok untuk siapa saja yang memahami betapa pentingnya buku yang bagus —Brigitte
Alur Cerita: Pak Tua Pengantar Buku dan Gadis Kecil Bermantel Kuning
Bagian yang unik dari layanan mengantar buku Carl adalah mereka tidak memesan buku yang mereka pilih—tapi semua buku itu dipilihkan oleh Carl, karena Carl selalu tahu persis buku apa yang cocok untuk diberikan kepada pelanggannya. Carl menjadikan layanan mengantar buku ini bukan sekedar pekerjaan tapi juga sarana baginya untuk berbagi kebahagiaan dan ketulusan.
Ia merasa bahwa hidupnya sudah 'cukup' dengan mengantar buku-buku ke rumah pelanggannya dan mengamati kehidupan mereka dari balik pintu. Hingga tiba-tiba saja seorang gadis kecil berjaket kuning bernama Schascha memaksanya untuk ikut dalam ekspedisi mengantar buku ini.
Hidup Carl yang tenang mendadak jadi berubah karena gadis kecil yang cerewet, blak-blakan dan kadang menyebalkan. Bersama Schascha, Carl mulai mengenal lebih dalam kehidupan para pelanggannya yang ternyata menyimpan kisah.
Pertemuan Kecil yang Berharga
Setelah bertemu Schascha, Carl mendapatkan koneksi dengan para pelanggannya, yang semula hanya mengamati dari balik pintu, akhirnya mulai merasakan hangatnya lantai atau nyamannya sofa di ruang tamu. Carl dan Schascha seperti dua kutub yang akhirnya saling mengisi.
Ada satu bagian yang sangat aku suka, yaitu ketika Schascha mengatakan kalau ia akan menyumbangkan buku yang paling tidak ia suka, karena buku yang ia suka pasti akan disimpan di dekatnya. Tapi berbeda dengan Carl: Justru buku-buku yang terdekat di hatikulah yang kusumbangkan, agar mereka bisa menghadirkan kebahagiaan ke diri orang lain.
Kata-kata dari Carl benar-benar menunjukkan ketulusan hatinya, betapa ia mencintai buku dan berharap orang-orang bisa mendapatkan kebahagiaan yang ia dapatkan dari buku itu.
Buku ini tidak berusaha menggurui atau mengubah hidupmu, tapi mengingatkan bahwa setiap orang bisa menjadi jembatan bagi cerita yang berarti.
.
.
💬Yuk saling terkoneksi!
Tinggalkan jejak berupa komentar di bawah, ya! Aku sangat ingin menambah teman blogger supaya lebih semangat nulis~💕
Terima kasih sudah membaca, sampai bertemu di tulisanku selanjutnya /ᐠ. .ᐟ\ฅ
*PS
Oh ya, aku punya blog tempatku menuliskan kutipan-kutipan favoritku dan beberapa komentar dan isi pikiranku tentang kutipan tersebut.
Mampir, ya: sepotong halaman: the door to door bookstore

Komentar
Posting Komentar